Cara Mengatasi Penyakit Kista Pada Kenari

Pada burung kenari kita sering muncul di bagian tubuh kenari, bisa di bagian dada, perut atau kaki muncul benjolan kecil. Memang tidak mengakibatkan kematian, namun bisa jadi benjolan itu mengganggu gerak kenari itu sendiri. Benjolan kecil itu bisa disebut kista. Jika kita mampu kita bisa saja mengambil benjolan itu. 
Berikut ini cara praktis menghilangkan kista pada tubuh kenari :

- Siapkan pisau / silet, penjepit, alkohol / bethadine, kain halus / tisu kering.

- Iris bagian atas kista cari kulit yang paling kering, jika tidak memungkinkan irisan memanjang dapat diiris menyilang, plester yang dipotong kecil untuk antisipasi adanya sayatan yang mengenai kulit normalnya 

- Ambil penjepit untuk membuka kulit secara perlahan, buka secukupnya jangan sampai terlalu lebar atau bahkan sampai kulit basahnya, lalu tarik perlahan dengan bantuan jari untuk mendorong kista ini keluar 

- Setelah kista diambil, biasanya tidak begitu banyak keluar darah apabila ujung benjolan sudah mengering saat dioperasi, lalu bersihkan dengan alkohol/peroksida dan dilanjutkan dengan betadine secukupnya. 

- Langkah selanjutnya adalah memantau sampai beberapa hari kedepan jika memungkinkan masih ada kista di dalam bekas lubang kista itu harus dibersihkan secara tuntas. Memang hal ini membutuhkan kesabaran dan ketelitian agar bekas luka itu benar benar bersih, selain itu kadang di dalam lubang kista itu masih terdapat gumpalan yang masih basah dan melekat pada kulit hal ini perlu kecermatan dalam menangani karena ini kemungkinan akan adanya pendarahan kalau terburu buru. 

Beberapa kali cara penyembuhan luka ini akan diiringi menutupnya lubang bekas kista, jadi alangkah baiknya jika dapat memanfaatkan waktu yang tepat agar kista benar benar bersih sebelum lubang itu menutup sekitar 20 hari, jika masih ada sisa memungkinkan kista itu akan tumbuh lagi dan membesar

Penyakit Pada Burung Kenari dan Perawatannya

Burung kenari yang sedang sakit atau tidak sehat akan menggangu aktifitasnya. Kadang burung malas untuk bersuara, dan malas makan, bisa-bisa burung mati karena penyakit. Penyakit burung dapat disebabkan karena kuman penyakit, makanan ataupun kenyamanan lingkungan itu sendiri. Berikut ini macam-macam penyakit pada burung kenari dan bagaimana cara perawatannya.

Penyakit – Penyakit yang disebabkan virus circovirus (Beak and Feather Disease) dan virus polyoma adalah penyakit paling umum yang menyebabkan burung kesulitan memproduksi bulu. Psittacosis kronis, gangguan parasit dan infeksi bakteri pada usus dapat pula menyebabkan bulu burung sulit tumbuh.

Gizi buruk – Sebagaimana digambarkan di atas, persyaratan untuk berlangsungnya produksi bulu secara normal memang sangat banyak, dan karenanya makanan yang kurang gizi bisa menyebabkan tumbuhnya bulu yang tidak berkualitas (mudah patah, mudah kusam, melintir/ keriting dan sebagainya).

Kimiawi – penggunaan bahan kimiawi sering menyebabkan bulu tumbuh tidak sempurna atau bahkan merusak bulu. Salah satu contohnya adalah zat pembasmi cacing pada merpati yang dikenal sebagai Mebendazole. Bahan kimia ini akan menyebabkan bulu burung melintir jika diberikan semasa burung mabung.

Stres – Hal ini terjadi terutama untuk burung yang disuapi/loloh dengan tangan manusia. Tangan manusia menyebabkan bulu baru tidak bisa berkembang sempurna dan sebagainya.